Periódico en línea

Registrado en el Tribunal de Milán, n° 197 de 25/06/2015

  • KEBANGKITAN SANG SINGA BERSAYAP, VENEZIA FC

    Selama berabad-abad, patung Singa San Mark di Venesia telah menjadi saksi berbagai peristiwa bersejarah dari sungai Adda hingga Laguna Venesia. La Serenissima (julukan kota Venesia yang berarti ‘[Yang] Paling Tenang’) pun telah menyihir orang-orang dari berbagai penjuru dunia, termasuk filsuf Friedrich Nietzsche yang mengatakan:

    Saat aku mencari istilah lain untuk ‘musik’, hanya kata ‘Venesia’ yang selalu kutemukan.”

    Namun, sepakbola sebagai Permainan Terindah abad ke-20 masih belum bersinar semegah kota itu sendiri. Bola seolah bergulir dengan cara yang berbeda di sana dibandingkan dengan di lapangan sepakbola lainnya.

    Terdapat hubungan yang kompleks antara sepakbola Italia dengan sang Ratu Laut Adriatik, julukan lainnya bagi Venesia. Hal ini diungkapkan kepada MondoFutbol oleh Paolo Poggi, pemain yang telah mencetak 50 gol dan tampil sebanyak lebih dari 200 kali di Seri A Italia.

    Kiprah cemerlangnya sebagai pemain sepakbola membuatnya tidak perlu banyak diperkenalkan lagi. Setelah gantung sepatu, Poggi tidak lantas meninggalkan dunia sepakbola. Ia terus menunjukkan kecintaannya terhadap olahraga ini dengan cara lain.

    Sebagai seseorang yang senang menjelajahi berbagai belahan dunia, Poggi sangat cocok dengan posisinya kini sebagai Manajer Proyek Internasional dari Venezia FC. Ia pun dengan antusias mengungkapkan visi unik dari Joe Tacopina, seorang pengacara dari New York yang kini menjabat sebagai presiden klub bercorak jingga-hitam-hijau ini. Di bawah asuhan Tacopina, Venezia telah promosi dua kali berturut-turut dalam dua tahun, dari divisi keempat Liga Italia (Seri D) hingga divisi kedua (Seri B).

    Berkat prestasi inilah, suasana di Pulau Sant’Elena pada hari Sabtu, 27 Mei, begitu damai.

    Pertandingan Venezia-Foggia di sana berakhir 2-4 untuk kemenangan tim tamu, yang baru saja merayakan keberhasilannya sebagai pemenang Piala Super Lega Pro. Namun, pertandingan itu juga menjadi momen perayaan bagi tim tuan rumah.

    Era baru sang Singa Bersayap di bawah kepemilikan orang Amerika telah meyakinkan semua orang, bahkan kelompok pendukung paling konservatif yang biasa singgah di “Vincent Bar” sebelum pertandingan. Suasana akrab mewarnai pertandingan kandang dan tandang, dan suporter klub bahkan menggelar acara minum-minum dengan suporter Modena sebagai tradisi jalinan persahabatan mereka. Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa pada 1960-an, tim utama Venezia rutin menggelar latihan mereka di rumpun pinus tepat di hadapan markas suporter bercorak jingga-hitam-hijau tersebut.

    Di siang maupun malam hari, identitas klub sepenuhnya terbentuk di Sant’Elena. Begitu pun saat roda nasib berada di atas maupun di bawah, seperti ketika stadion mereka dihajar tornado. Pulau ini dan penduduknya telah kehilangan banyak akibat bencana alam pada 11 September 1970, tanggal yang masih lekat di ingatan penduduk setempat.

    Oleh karena itu, ungkapan ‘jatuh dan bangkit kembali’ sudah sangat sering terdengar di kawasan laguna tersebut.

    Tahun demi tahun, sang Singa Bersayap terus bangkit kembali. Salah satunya melalui penyatuan bersejarah pada 1987. Bagi siapa pun yang tinggal di sana, penyatuan antara kota air Venesia dan kota darat Mestre memiliki makna simbolis yang signifikan, yaitu sebagai upaya mengesampingkan rivalitas lokal demi tujuan yang lebih mulia.

    Tiga puluh tahun kemudian, Venesia pun mendapat kenangan singkat tapi tak terlupakan ketika tim sepakbolanya berkiprah di divisi utama Liga Italia Seri A dengan stadion kebanggaan «Pierluigi Penzo».

    Kala itu, sentuhan magis dari maestro Uruguay, Alvaro Recoba, dan gol-gol dari legenda klub, Filippo Maniero, pun berkembang menjadi hikayat di kota. Namun setelahnya, sepakbola meninggalkan Pulau Sant’Elena. Banyak suporter yang melepas syal jingga-hitam-hijau mereka. “Venesia tenggelam”, begitulah tajuk berita yang ditulis saat itu. Lalu, bola kembali bergulir di bawah logo klub baru, Venezia FC, yang filosofinya bahkan lebih ambisius dibandingkan penyatuan di tahun 1987. Dengan meminjam ungkapan terkenal dari Muhammad Ali, mereka mencanangkan sasaran untuk “menempatkan nama mereka di peta sepakbola dunia”.

    Sasaran itu pun tercapai. Sosok ternama dunia sepakbola Italia seperti Filippo Inzaghi hadir dan memberi semangat baru kepada tim. Berbagai talenta individual bermunculan, seperti pemain veteran Álex Geijo dan Maurizio Domizzi, maupun sayap muda Davide Marsura (kelahiran 1994) yang mungkin merupakan pemain yang paling berkembang selama musim lalu. Bersama, mereka membentuk sebuah tim tangguh yang langsung mencapai sasaran promosi ke Seri B di kesempatan pertama.

    Begitulah prosesnya bagaimana Inzaghi langsung menjadi simbol klub Venezia FC yang baru, sebuah klub dengan visi global yang tidak melupakan akarnya. Filosofi tersebut juga terlihat pada diri Paolo Poggi, yang memberitahu MondoFutbol di sesi wawancara bahwa ia baru saja selesai makan siang bersama ibunya. Salah satu terowongan megah yang menghubungkan stadion dengan hutan pinus pun telah menjadi saksi tumbuhnya banyak bibit harapan di masa depan.

    Kesederhanaan sehari-hari kota Venesia yang begitu murni menjadi pasangan sempurna bagi impian khas bangsa Amerika yang dibawa Joe Tacopina. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ada keyakinan bahwa sang Singa San Mark akan dapat mengangkasa.

     

    Photos ©Bruno Bottaro – MondoFutbol.com
    Terima kasih untuk Venezia Football Club, Veronica Bon, Manajer Komunikasi dan Humas Venezia FC, serta Paolo Poggi, Manajer Proyek Internasional Venezia
    Terima kasih banyak untuk Luca Grandin
    Terima kasih banyak untuk Antonia Patricia

    Bruno Bottaro

    Bruno Bottaro

    Bergamasco, una laurea in Scienze della Comunicazione, classe '93. L'anima turca di MondoFutbol.com. Viaggi, musica e fútbol: cittadino del mondo. Ha iniziato fondando il blog Calcioturco.com.

    Deja un comentario

    Tu dirección de correo electrónico no será publicada. Los campos obligatorios están marcados con *

    Send this to a friend